Showing posts with label Bacot. Show all posts


Hey, apa kamu tidak kelelahan?

Iya, kan? Di ujung sana ada pantai yang bagus, mungkin kita bisa mampir dulu. Tengah hari seperti ini membuatku ingin menggigit eskrim disana. Hmm? Kenapa? Hahaha… Kenapa ya? Kenapa memangnya? Apakah salah kalau ingin makan eskrim di pantai? Iya sih, bisa saja kita mampir di mini market, dan langsung makan di mobil agar perjalanan kita tetap berlanjut. Tapi hey, bukankah perjalanan ini untuk kita nikmati? Lagipula mata sipitmu sekarang sudah benar-benar ingin menutup, kamu pasi mengantuk, kan? Makanya… Eh… Belok kiri, Dim.

Hampir saja kelewatan.


***


Penjual eskrimnya masih disana, sepertinya kita harus jalan di tepi pantai ini dulu.

Kelihatannya pantai ini sepi ya. Iya juga ya. Sepertinya hanya dua idiot ini yang berniat mencari masalah dengan teriknya matahari yang sedang bersinar tepat ada di atas kita. Hahaha. Iya iya, maaf. Cuma aku idiotnya.
Hey, kamu tahu? Biarpun disiram oleh teriknya sang mentari, pantai tetaplah pantai. Lautnya biru menghampar sepanjang mata memandang, ombak yang berdesir senada dengan hembusan angin, dan yang terburuk, aroma asin yang amat menusuk hidungku ini. Ya memang, kamu patut menatap aneh padaku, karena mungkin cuma aku, wisatawan pengunjung pantai yang setiap menit harus menutup mulut dan hidung, lalu mengeluh tentang asinnya aroma air laut. Dan lihat angin yang kencang ini, bahkan berjalan saja aku harus memegangi rokku yang dari tadi ditiup nakal oleh angin laut. Kamu enak, pakai celana pendek, pastinya dengan santai menikmati hembusan angin nakal ini tanpa sedikitpun memaki kepadanya.

Pantai ini mungkin akan terlihat indah ketika pagi hari, saat matahari pagi mengintip malu dari ufuk timur, menyemburatkan cahaya-cahaya merah indahnya. Sayangnya kita datang pada saat matahari sudah tak tahu malu lagi, panasnya benar-benar menyengat. Bahkan tak ada sedikitpun awan yang berani menghalanginya. Lautan yang harusnya berwarna biru menyejukkan mata, sekarang lihatlah, melirik saja membuat mataku jadi lebih sipit daripada matamu. Dan kamu juga bias lihat, di ujung lautan sana, batas horizon tak lagi nampak, seolah lautan menyatu dengan langit siang ini.

Mungkin kamu tidak mengerti maksudku aroma yang asin. Ya seperti inilah aromanya. Aroma khas pantai. Memangnya hanya lidah yang bisa mengecap asinnya air laut? Hidungku ini bisa mengecapnya bahkan sebelum aku julurkan lidah ke air laut itu. Argh. Maaf, Dim. Mungkin ucapanku tidak terdengar jelas di telingamu. Karena setiap angin sialan ini berhembus aku harus selalu kerepotan, bingung antara menutup hidung, atau memegangi rok dan topiku. Dan… Ah.. Itu dia penjual eskrimnya. Kamu mau beli juga?


***


Aku harap kamu tidak bosan mendengar semua kutukanku terhadap asinnya aroma disini. Kalau kamu ingin tahu, sebenarnya aku membenci pantai sejak lama. Aroma asin yang ditiup angin ini, entah kenapa, aku tidak menyukainya. Dan sejatinya pun, lidahku juga memang tidak menyukai rasa asin seperti ini. Dan sekarang coba lihat, manusia yang mengutuk rasa asin ini malah mendatangi ladang garam terbesar di dunia demi seporsi eskrim. Hahaha. Silakan, kamu boleh menertawai ironi yang sedang terjadi tepat di depan matamu.  Tapi kamu tahu? Dari semua eskrim yang pernah aku kecap, eskrim pantai ini adalah yang terbaik. Itulah alasanku datang kesini.

Tapi ya, mungkin kamu benar. Mungkin sebenarnya bukan eskrim ini yang aku nikmati. Atau bahkan mungkin aroma asin ini yang sebenarnya sedang aku nikmati. Atau mungkin perpaduannya? Manisnya eskrim ini yang membuatku lupa akan asinnya aroma lautan itu. Dingin yang merambat di tenggorokan meneduhkanku dari hawa panas matahari pantai. Oh ini perpaduan yang sempurna. Eskrim ini adalah surga kecil di tengah kutukan suasana pantai. Mungkin inilah cara terbaik untuk menikmati eskrim. Adalah dengan mengecapnya di kondisi yang paling tidak kamu sukai. Eskrim akan terasa enak saat kamu menangis, saat kamu terluka, atau saat tenggorokanmu tersiksa setelah operasi amandel. Ya, eskrim adalah candu peredam kesakitan itu. Candu? Mungkin kedengarannya konyol dan terlalu berlebihan. Tapi coba pikirkan, dengan segenggam eskrim di tanganmu setidaknya kamu bisa melupakan perasaan negatif akan segala hal yang terjadi padamu. Aku rasa manusia butuh itu. Iya kita semua. Kita membutuhkan “eskrim” kita masing-masing. Eskrim yang memberikan kita kesempatan untuk berharap banyak kepada dunia, ketika diri ini rasanya tak sanggup lagi menerima realita. Dan saat eskrim itu sudah meleleh habis di tenggorokanmu, paling tidak candunya masih cukup membekas untuk menutupi asinnya realita.

Haah… Lihat, eskrimku cepat sekali meleleh. Padahal aku ingin menikmatinya perlahan. Sangat perlahan. Hingga dapat kunikmati tanpa ada rasa sesal yang tertinggal. Terlalu perlahan. Sampai Ia tak mampu lagi untuk meleleh. Tapi aku masih cukup waras. Aku sadar itu egois. Candu ini harus aku akhiri sekarang. Aku tahu persis. Eskrim ini tak lain hanyalah benda fana yang menawarkan kenikmatan semu. Dan aku sangat paham, asinnya air laut inilah yang abadi.


***


Hey, Dim…
Ayo…

Perjalanan kita masih jauh, ayo kita lanjutkan. Kita harus sampai disana sebelum matahari karam di laut barat.

Hey, apa kamu tidak kelelahan? Iya, kan? Di ujung sana ada pantai yang bagus, mungkin kita bisa mampir dulu. Tengah hari seperti ini...

Yak sekali lagi saya akan memposting sesuatu yang berbau Linux. Mungkin postingan ini akan jadi postingan terakhir saya yang membahas cara-cara menyenangkan dalam mengoperasikan Linux.


FUSE! Iya, keren. Walaupun terdengar seperti ada yang akan bergabung dan membentuk sebuah kekuatan baru, namun kenyataannya tidak begitu. FUSE dalam konteks sistem operasi Linux merupakan sebuah file system. Filesystem in Userspace.

Apa sih File System itu?
Jadi simpelnya (semoga beneran simpel) begini, kalian tentu pernah buka windows explorer kan? Atau mungkin ada yang pernah membuka aplikasi penelusur file di sistem operasi lain? Nah jadi si windows explorer yang kalian lihat itu tentu ada yang namanya folder dan file, seolah-olah di komputer kamu ada beberapa tumpukan dokumen (file) yang dikumpulkan dalam sebuah laci (file). Kalau kamu butuh dokumennya, tinggal cari laci tempat dimana kamu menaruh dokumen tersebut. Namun tahu kah kalian? Kalau file dan folder yang kamu lihat itu hanyalah ilusi belaka? Kebetulan? Saya rasa tidak!


File dan folder yang kalian lihat di depan layar komputer itu sebenarnya hanyalah penampilan luar dari apa yang sebenarnya terjadi di dalam komputer kita. Kalau kamu adalah seseorang yang rapi, kamu pasti sangat telaten dalam mengelompokkan file dalam folder-folder tertentu, sehingga terlihat rapi. Namun tahukah kamu? Serapi apa pun kalian menata file dan folder di komputermu, sebenarnya dalam hardisk/flashdisk/CD tempat kalian menaruh file dan folder, posisi "asli"nya tetap lah "berantakan". Namun jangan khawatir, komputer tidak akan "lupa" posisi dimana dia menaruh data-data kalian. Hal ini karena adanya File System.


Ibaratnya sebuah kamar. Anggap sebuah ruangan kamar adalah harddisk pada komputer kita. Dan barang-barang di dalam kamar adalah file dan folder. Karena komputer tidak punya otak yang secemerlang manusia, komputer tidak lah bisa caranya merapikan kamarnya sendiri. Barang apapun yang masuk ke kamarnya, akan ditaruh berjejer begitu saja. Pokoknya asal muat, masukin aja. Alhasil kamarnya sudah dipenuhi berbagai macam barang yang sangat tidak teratur. Ada lemari di atas televisi, gunting di bawah tempat tidur, bahkan kolor tergantung di langit-langit. Nah kerennya, separah apapun si komputer menaruh barangnya, dia akan selalu ingat posisi barangnya saat dia membutuhkan. Dan juga seperti apapun bentuknya, misalnya lemari kotak atau segitiga atau lingkaran, komputer akan tetap mengenali benda itu sebagai lemari. Kenapa? Karena komputer punya sebuah catatan yang sangat lengkap tentang seluruh keberadaan barangnya, catatan itu adalah File System. Setiap ada barang baru masuk, akan dicatat di File System.

Oh gitu!


Yak, dan file system itu ada banyak macamnya. Apalagi file system untuk linux, banyak orang yang membuat file system untuk sistem operasi open-source itu. Salah satu yang populer adalah FUSE. Untuk informasi dan dokumentasi yang lengkap, teman-teman bisa mengunjungi website developernya langsung di http://fuse.sourceforge.net/.

Kenapa saya menyarankan FUSE?

  • Librarynya lebih simpel
  • Instalasi lebih simpel
  • Aman
  • Sangat efisien untuk pengguna
  • Bahkan untuk pengguna tanpa kemampuan teknis yang tinggi
  • Bisa dijalankan di Linux kernel 2.4.x dan 2.6.x
  • Dan yang terpenting, stabil bos!
Untuk pemasangan FUSE, silakan langsung menuju websitenya langsung di http://fuse.sourceforge.net/. Disana tersedia lengkap file downloadnya sampai cara menginstalnya juga ada.

Kalau sudah install FUSE,
Saatnya test drive!



Tuliskan kode berikut ini dan simpan dalam bentuk file source code bahasa c (.c)

/*
    FUSE: Filesystem in Userspace
    Copyright (C) 2001  Miklos Szeredi (mszeredi@inf.bme.hu)
    This program can be distributed under the terms of the GNU GPL.
    See the file COPYING.
*/

#ifdef linux
/* For pread()/pwrite() */
#define _XOPEN_SOURCE 500
#endif
#include <fuse.h>
#include <stdio.h>
#include <string.h>
#include <unistd.h>
#include <fcntl.h>
#include <dirent.h>
#include <errno.h>
#include <sys/statfs.h>
static const char *dirpath = "/home/wira";
static int xmp_getattr(const char *path, struct stat *stbuf)
{
    int res;
char fpath [1000];
sprintf(fpath,"%s%s",dirpath,path);
    res = lstat(fpath, stbuf);
    if(res == -1)
        return -errno;
    return 0;
}
static int xmp_readlink(const char *path, char *buf, size_t size)
{
    int res;
char fpath [1000];
sprintf(fpath,"%s%s",dirpath,path);
    res = readlink(fpath, buf, size - 1);
    if(res == -1)
        return -errno;
    buf[res] = '\0';
    return 0;
}

static int xmp_getdir(const char *path, fuse_dirh_t h, fuse_dirfil_t filler)
{
    DIR *dp;
    struct dirent *de;
    int res = 0;
char fpath [1000];
sprintf(fpath,"%s%s",dirpath,path);
    dp = opendir(fpath);
    if(dp == NULL)
        return -errno;
    while((de = readdir(dp)) != NULL) {
        res = filler(h, de->d_name, de->d_type);
        if(res != 0)
            break;
    }
    closedir(dp);
    return res;
}
static int xmp_mknod(const char *path, mode_t mode, dev_t rdev)
{
    int res;
char fpath [1000];
sprintf(fpath,"%s%s",dirpath,path);
    res = mknod(fpath, mode, rdev);
    if(res == -1)
        return -errno;
    return 0;
}
static int xmp_mkdir(const char *path, mode_t mode)
{
    int res;
char fpath [1000];
sprintf(fpath,"%s%s",dirpath,path);
    res = mkdir(fpath, mode);
    if(res == -1)
        return -errno;
    return 0;
}
static int xmp_unlink(const char *path)
{
    int res;
char fpath [1000];
sprintf(fpath,"%s%s",dirpath,path);
    res = unlink(fpath);
    if(res == -1)
        return -errno;
    return 0;
}
static int xmp_rmdir(const char *path)
{
    int res;
char fpath [1000];
sprintf(fpath,"%s%s",dirpath,path);
    res = rmdir(fpath);
    if(res == -1)
        return -errno;
    return 0;
}
static int xmp_symlink(const char *from, const char *to)
{
    int res;
char fpath [1000], ffrom[1000],fto[1000];
sprintf(fto,"%s%s",dirpath,to);
sprintf(ffrom,"%s%s",dirpath,from);
    res = symlink(ffrom, fto);
    if(res == -1)
        return -errno;
    return 0;
}
static int xmp_rename(const char *from, const char *to)
{
    int res;
char fpath [1000], ffrom[1000],fto[1000];
sprintf(fto,"%s%s",dirpath,to);
sprintf(ffrom,"%s%s",dirpath,from);
    res = rename(ffrom, fto);
    if(res == -1)
        return -errno;
    return 0;
}
static int xmp_link(const char *from, const char *to)
{
    int res;
char fpath [1000], ffrom[1000],fto[1000];
sprintf(fto,"%s%s",dirpath,to);
sprintf(ffrom,"%s%s",dirpath,from);
    res = link(ffrom, fto);
    if(res == -1)
        return -errno;
    return 0;
}
static int xmp_chmod(const char *path, mode_t mode)
{
    int res;
char fpath [1000];
sprintf(fpath,"%s%s",dirpath,path);
    res = chmod(fpath, mode);
    if(res == -1)
        return -errno;
   
    return 0;
}
static int xmp_chown(const char *path, uid_t uid, gid_t gid)
{
    int res;
char fpath [1000];
sprintf(fpath,"%s%s",dirpath,path);
    res = lchown(fpath, uid, gid);
    if(res == -1)
        return -errno;
    return 0;
}
static int xmp_truncate(const char *path, off_t size)
{
    int res;
char fpath [1000];
sprintf(fpath,"%s%s",dirpath,path);  
    res = truncate(fpath, size);
    if(res == -1)
        return -errno;
    return 0;
}
static int xmp_utime(const char *path, struct utimbuf *buf)
{
    int res;
   
char fpath [1000];
sprintf(fpath,"%s%s",dirpath,path);
    res = utime(fpath, buf);
    if(res == -1)
        return -errno;
    return 0;
}

static int xmp_open(const char *path, int flags)
{
    int res;
char fpath [1000];
sprintf(fpath,"%s%s",dirpath,path);
    res = open(fpath, flags);
    if(res == -1)
        return -errno;
    close(res);
    return 0;
}
static int xmp_read(const char *path, char *buf, size_t size, off_t offset)
{
    int fd;
    int res;
char fpath [1000];
sprintf(fpath,"%s%s",dirpath,path);
    fd = open(fpath, O_RDONLY);
    if(fd == -1)
        return -errno;
    res = pread(fd, buf, size, offset);
    if(res == -1)
        res = -errno;
   
    close(fd);
    return res;
}
static int xmp_write(const char *path, const char *buf, size_t size,
                     off_t offset)
{
    int fd;
    int res;
char fpath [1000];
sprintf(fpath,"%s%s",dirpath,path);
    fd = open(fpath, O_WRONLY);
    if(fd == -1)
        return -errno;
    res = pwrite(fd, buf, size, offset);
    if(res == -1)
        res = -errno;
   
    close(fd);
    return res;
}
static int xmp_release(const char *path, int flags)
{
    /* Just a stub.  This method is optional and can safely be left
       unimplemented */
char fpath [1000];
sprintf(fpath,"%s%s",dirpath,path);
    (void) fpath;
    (void) flags;
    return 0;
}
static int xmp_fsync(const char *path, int isdatasync)
{
    /* Just a stub.  This method is optional and can safely be left
       unimplemented */
char fpath [1000];
sprintf(fpath,"%s%s",dirpath,path);
    (void) fpath;
    (void) isdatasync;
    return 0;
}
static struct fuse_operations xmp_oper = {
    .getattr = xmp_getattr,
    .readlink = xmp_readlink,
    .getdir = xmp_getdir,
    .mknod = xmp_mknod,
    .mkdir = xmp_mkdir,
    .symlink = xmp_symlink,
    .unlink = xmp_unlink,
    .rmdir = xmp_rmdir,
    .rename = xmp_rename,
    .link = xmp_link,
    .chmod = xmp_chmod,
    .chown = xmp_chown,
    .truncate = xmp_truncate,
    .utime = xmp_utime,
    .open = xmp_open,
    .read = xmp_read,
    .write = xmp_write,
    .release = xmp_release,
    .fsync = xmp_fsync
   
};
int main(int argc, char *argv[])
{
    fuse_main(argc, argv, &xmp_oper);
    return 0;
}
Untuk variabel dirpath, kalian bisa ganti sesuka kalian. Sesuaikan dengan path pada linux kalian masing-masing ya. Setelah selesai dengan source code, save file dan compile dengan syntax gcc -Wall [nama file].c `pkg-config fuse --cflags --libs` -o [nama file].

Kemudian jalankan dengan perintah ./[nama file] /tmp/fuse

Apa yang terjadi? Maka seluruh isi dari direktori pada variabel dirpath di atas, akan dimuat ke folder /tmp/fuse. Untuk mengecek, kalian bisa masuk ke folder tmp (melalui root), kemudian buka folder fuse.


Sekian cuap-cuap saya kali ini. Semoga saya tidak tambah sotoy, dan semoga ilmunya bermanfaat.

Untuk penyegaran, saya cantumkan beberapa plesetan jayus FUSE di bawah ini.

mamFUSE

FUSEeengg mikirin kamu

FUSEr bodong

OktoFUSE

FUSE-up

kamFUSE

Yak sekali lagi saya akan memposting sesuatu yang berbau Linux. Mungkin postingan ini akan jadi postingan terakhir saya yang membahas cara-...


Halo teman-teman! Kali ini saya akan memberikan tutorial singkat tentang cara membuat sebuah program untuk mengelola stok barang di sebuah toko komputer.



Halo teman-teman! Kali ini saya akan memberikan tutorial singkat tentang cara membuat sebuah program untuk mengelola stok barang di sebuah t...

Jeng! Ceritanya pelajar gila hari ini sedang ingin sok pintar. Beberapa waktu lalu aku mencoba untuk menginstall salah satu sistem operasi yang bernama Linux (Ubuntu). Dan ternyata keren juga loh! Dan salah satu cara menikmati Linux adalah dengan mengoperasikannya lewat terminal.

Jeng! Ceritanya pelajar gila hari ini sedang ingin sok pintar. Beberapa waktu lalu aku mencoba untuk menginstall salah satu sistem operasi y...

Hulalala. Sudah berapa tahun sejak aku curhat di tempat nista ini? Kangen juga ternyata huehehe. Sebenarnya dari dulu udah selalu pengen curhat disini. Tapi karena beberapa alasan (yang kebanyakan aku buat-buat sendiri), akhirnya gajadi post. Dan, entah kenapa tiba-tiba tadi jadi inget kata-kata seorang senior jurusanku yang namanya tidak usah disebut, takut kegeeran kalau misal ga sengaja mampir ke post ini. Katanya gini...

Hulalala. Sudah berapa tahun sejak aku curhat di tempat nista ini? Kangen juga ternyata huehehe. Sebenarnya dari dulu udah selalu pengen cur...

Yosh! Akhirnya aku nge-post lagi. Udah lama banget yak? Well, belakangan ini aku emang jarang banget ngepost di blog. Why kenapa? Itu mungkin karena sebelumnya di sekolahku baru aja selesai UTS. Di samping itu, aku juga lagi tergila-gila sama yang namanya dorama.

Apaan tuh Dorama?
Nah, gini...

Yosh! Akhirnya aku nge-post lagi. Udah lama banget yak? Well, belakangan ini aku emang jarang banget ngepost di blog. Why kenapa? Itu mungki...


Yap, akhirnya aku bisa bersatu kembali blog-ku ini. Mampus gile, lama banget dah aku nggak buka ini blog. Gak ada yang berubah dari blog ini (lah, yang punya aja gak pernah buka). Bahkan jumlah pengunjung mentok segitu-segitu aja. Nambah sih, tapi cuma seupil. Palingan cuma orang-orang naas yang nyasar ke blog indah ini. Entah keyword apa yang mereka ketik di google sampe-sampe nyasar kesini. Kemungkinan mereka search goblok, gila, sarap, najis, zebra, atau siswa ganteng. Mungkin.

Saking lamanya aku nggak ngepost di blog, sampe lupa sama tulisan terakhir yang aku post. Kayaknya sih yang judulnya “Astaga!”. Oke, itu gak penting.

Yap, akhirnya aku bisa bersatu kembali blog-ku ini. Mampus gile, lama banget dah aku nggak buka ini blog. Gak ada yang berubah dari blog i...

Hmm, semua orang pasti punya yang namanya masa lalu. Entah itu asik atau bikin bete setengah idup. Kecuali untuk yang masih berupa bayi, gak mungkin punya masa lalu.
Pada postingan kali ini aku pengen berbagi beberapa kisah hidupku di masa lalu. Bukan, bukan hidupku waktu zaman megantropus cebok pake batu arang! Hidupku dari aku SD.

Hmm, semua orang pasti punya yang namanya masa lalu. Entah itu asik atau bikin bete setengah idup. Kecuali untuk yang masih berupa bayi, gak...

Salam belalang kupu-kupu
Gila, lama banget aku gak update blog gila ini.
Sumpah. Kangennya sampe ke ubun-ubun.

Hmm, dilihat dari judulnya mungkin agak aneh untuk blog gila macam blogku ini. Tapi sesuatu (cieh) yang pengen aku posting hari ini emang tentang pengalaman-pengalaman horror yang pernah aku alami. Ya, mungkin kalo dipikir-pikir aneh juga orang yang punya muka horror kayak aku masih bisa ngerasain sama yang namanya pengalaman horror.

Salam belalang kupu-kupu Gila, lama banget aku gak update blog gila ini. Sumpah. Kangennya sampe ke ubun-ubun. Hmm, dilihat dari jud...

Hola.
Setelah bertapa di bawah pohon jambu punya tetangga, aku akhirnya mulai mencoba untuk menulis di blog ini.


Aku pengen ngomongin hal yang aneh menurut sudut pandangku. Langsung aja.

Hola. Setelah bertapa di bawah pohon jambu punya tetangga, aku akhirnya mulai mencoba untuk menulis di blog ini. Aku pengen ngomongin hal...

Waah, akhirnya aku dapet juga nulis di blog. Atau lebih tepatnya corat-coret. Atau lebih tepatnya lagi nyampah. Udah lama banget aku gak nulis di blog, jadi mohon maap kalo tulisanku agak jelek.

Yak, biarpun cuma nyampah, yang penting ngebego ria.

Waah, akhirnya aku dapet juga nulis di blog. Atau lebih tepatnya corat-coret. Atau lebih tepatnya lagi nyampah. Udah lama banget aku gak nul...

Hai, hai.
Jumpa lagi bersama saya. Wira yang selalu baik hati dan rajin nongkrong di pangkalan ojek.


Kalo dihitung-hitung udah lama juga aku gak ngeblog yah. Udah sekitar satu minggu. Atau bisa juga dibilang 1/4 bulan atau 1/52 tahun jika anda adalah orang yang kurang kerjaan.

Hai, hai. Jumpa lagi bersama saya. Wira yang selalu baik hati dan rajin nongkrong di pangkalan ojek. Kalo dihitung-hitung udah lama juga...

Salam cilukba!
Seperti biasa, malam ini aku pengen cerita sama blog.

Semenjak masuk SMA, aku jadi agak sedikit, ehm, homo. Awalnya sih aku cuman pengen bercanda, biar gak stres belajar terus. Eh, temen-temen satu kelas (iya, satu kelas, 38 jiwa) nganggep aku homo beneran. Aneh. Masa tampangku yang ma(c)ho gini dibilang homo? Oh, teletabis! Kutukan apa ini?

Salam cilukba! Seperti biasa, malam ini aku pengen cerita sama blog. Semenjak masuk SMA, aku jadi agak sedikit, ehm, homo. Awalnya sih...

HALOO..!
Yang jomblo, MANA SUARANYAA??
Yang homo, MANA KETEKNYAA??

HALOO..! Yang jomblo, MANA SUARANYAA?? Yang homo, MANA KETEKNYAA??

Perhatian!
Cerita ini adalah termasuk dalam versi norak. Jika ada kesamaan tokoh, jalan cerita ataupun wajah dagang somay-nya, bukan tanggung jawab saya. Salah sendiri, ngapain juga mirip-miripin muka dagang somay. Plis deeh. 

Perhatian! Cerita ini adalah termasuk dalam versi norak. Jika ada kesamaan tokoh, jalan cerita ataupun wajah dagang somay-nya, bukan tanggu...

Hey, blog!


Aku lagi kesel nih sama tugas bahasa Inggris yang baru-baru ini dikasi. Tugaasnya adalah bikin "Puppet Show", gak asik kan? Kalo cuma gerakin boneka wayang pake dialog English sih gak masalah buat aku. Gak asiknya adalah gurunya cuma ngasi modal jalan ceritanya doang. Udah panjang, ribet, pake Bahasa Indonesia pula, berarti harus di-translate ke English dong? Yaa, gitu deh pokoknya.


Nah, untuk melampiaskan kenorakkan hatiku, kekesalan maksudnya, pada postingan berikutnya aku bakal ngasik jalan cerita yang dikasi guruku menurut versi Dika Maha Norak.


Okay, stay on your PC. I'll be back.

Hey, blog! Aku lagi kesel nih sama tugas bahasa Inggris yang baru-baru ini dikasi. Tugaasnya adalah bikin "Puppet Show", gak as...

Halo hola hai hai cilukba!
Balik lagi sama aku yang selalu imut amit ini. Wow, udah lama juga blog ini tak terjamah oleh tangan-tanganku yang ganteng ini. Jadi kangen.

Halo hola hai hai cilukba! Balik lagi sama aku yang selalu imut amit ini. Wow, udah lama juga blog ini tak terjamah oleh tangan-tanganku y...

Dear blog (bukan dear diary, apalagi dear dar dor),
Waktu aku nulis postingan ini aku lagi duduk di depan komputer, adik lagi nonton kaset cd westlife (iya, jadul banget, kan?), dan mama lagi masak (bau masakannya kecium kan?).

Dear blog (bukan dear diary, apalagi dear dar dor), Waktu aku nulis postingan ini aku lagi duduk di depan komputer, adik lagi nonton kaset...

Salam salto. Aku baru pertama bikin blog neeh. Mungkin untuk awal aku bakal ngenalin diriku yang maha sakit ini.
Perkenalkan, namaku Dika (bukan DICKa). Aku lahir dan diternakkan di Bali. Umur? 15 tahun (beneer). Baru-baru ini aku dapet sekolah di salah satu SMA terbaik di bali. Yak, SMA 4 Denpasar. Keren kan? So pasti. Kaget? Sama, aku juga. Laper? makan nasi. Aku sebenarnya gak nyangka banget. Aku yang lebih mirip gumpalan tahi kebo anget ini bisa keterima disana. Mungkin pemeriksanya lagi kesurupan, terus dengan nistanya dia lolosin namaku. Bercanda, ding. Abis ngelewatin masa-masa MOS yang manis-asem-asin-ramerasanya itu, aku mulai dapet temen-temen yang beragam. Mulai dari yang sarap sampai yang sarap banget. Iya, temenku sarap semua, men.
Nah, apa lagi yak? Mungkin foto aja kali yaa? Nih, silakan dipandangi sampe sakit perut.
sebelum kena dampak penebangan liar
Hiiiyyaaa! No Comment dah!

Salam salto. Aku baru pertama bikin blog neeh. Mungkin untuk awal aku bakal ngenalin diriku yang maha sakit ini. Perkenalkan, namaku Dika (...